Kamis, 27 September 2018

Awal 2019, PT Dirgantara Indonesia Produksi Massal Pesawat N219

Awal 2019, PT Dirgantara Indonesia Produksi Massal Pesawat N219 - PT Dirgantara Indonesia (Persero) mempercepat penyelesaian sertifikasi pesawat N219 agar dapat memasuki fase produksi pada semester pertama tahun depan. Direktur Utama Dirgantara, Elfien Goentoro, mengatakan minat penggunaan pesawat bernama Nurtanio ini sudah cukup besar. Permintaannya sudah mencapai 500 unit, sekitar 200 unit untuk domestik, kata dia Kamis 27 September 2018.

Hasil gambar untuk Awal 2019, PT Dirgantara Indonesia Produksi Massal Pesawat N219

Operator penerbangan komersial dan perintis, termasuk pemerintah daerah, kata Elfien, sudah menjajaki pembelian N-219. Permintaan pun datang dari perusahaan aviasi asing lewat letter of intent (LoI) dan proposal bisnis. Dari sejumlah kesepakatan, pengiriman pertama untuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, ucapnya. Kami akan kirim juga ke Meksiko dan Kolombia karena ada kebutuhan di sana, geografisnya mirip negara kita.

Pesawat N-219 dengan sepasang mesin turboprop berkekuatan 850 tenaga kuda (shaft horse power/SHP) dirancang untuk penerbangan di kawasan pegunungan. Nurtanio cocok dipakai di bandara yang memiliki landasan pendek, bahkan non-aspal.

Menurut Elfin, perseroan baru bisa memproduksi maksimal tiga unit N-219 seusai dengan sertifikasi. Namun, dia memastikan kapasitas produksi meningkat seiring dengan kebutuhan penggantian armada eksisting, seperti tipe Twin Otter dan Cessna. Produk baru itu akan dipakai untuk tiga segmen, yakni angkutan perintis, penerbangan komersial dan kargo, serta kebutuhan kargo.

Kalau sudah produksi normal, bisa bertahap dari 36 sampai 50 unit per tahun, tutur dia.
Vice President Commercial Aircraft Dirgantara Indonesia, Igan Satyawati, mengatakan sudah ada total 248 unit N-219 yang dipesan. Selain pemesanan 2 unit dari Kalimantan Utara, ada kajian pendanaan untuk 20 unit pesawat yang dipesan maskapai Aviastar. Lalu Trigana Air sebanyak 5 unit, Pelita Air pesan 20 unit, dan kami sedang negosiasi permintaan 30 unit yang datang dari pemesan di Uni Emirat Arab, ucapnya.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan, Avirianto, menargetkan sertifikasi N-219 bisa rampung pada akhir tahun. Uji kelayakan produksi pesawat tersebut meliputi tes terbang selama 500-600 jam, tes olah gerak (static test) untuk menguji daya tahan beban, serta tes ketahanan tekanan (fatique rest) untuk mengukur usia ekonomis.
Sudah ada time frame yang direncanakan. Kalaupun bergeser, pasti ada evaluasi atau pengembangan, ujarnya.

Pemerintah, kata Avirianto, menginginkan izin produksi N-219 keluar seusai pemenuhan aturan penerbangan internasional (Annexes International Civil Aviation Organization/ICAO), serta aturan nasional. Tentu harus bisa cocok dengan peralatan navigasi modern untuk peningkatan keselamatan.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan pesawat N219 bisa mendukung program tol udara. Kebijakan yang dilandasi Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2017 tentang Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang Dari dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan, itu tengah dikembangkan dan belum memiliki struktur tetap layaknya tol laut. Banyak daerah sulit dicapai sedangkan kita tetap harus suplai barang, ujarnya.

Jumat, 20 April 2018

Kredivo Gandeng Tokopedia Sediakan Cicilan Tanpa Kartu Kredit

Kredivo Gandeng Tokopedia Sediakan Cicilan Tanpa Kartu Kredit - Perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) Kredivo meresmikan kerja samanya dengan merchant e-commerce lokal, PT Tokopedia, dalam pemberian cicilan tanpa kartu kredit kepada pelanggan.

“Kerja sama ini memudahkan pelanggan membayar dengan metode cicilan tanpa kartu kredit,” ujar co-founder dan CEO Akshay Garg di The H Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 10 April 2018.
Kemudahan dalam mengakses cicilan menjadi faktor yang diunggulkan dalam kerja sama ini. Pelanggan hanya perlu memilih metode pembayaran menggunakan Kredivo saat berbelanja di Tokopedia.

Terdapat dua metode pembayaran jika menggunakan Kredivo, yaitu cicilan tanpa kartu kredit atau metode bayar dalam 30 hari jika jumlah harga belanjaan di bawah Rp 1,5 juta.

Hasil gambar untuk Kredivo Gandeng Tokopedia Sediakan Cicilan Tanpa Kartu Kredit

Akshay mengatakan pelanggan akan mendapat batas cicilan sebesar Rp 20 juta. Bunga yang dikenakan untuk pelanggan per bulannya sebesar 2,95 persen. Ia pun menargetkan batas cicilan akan meningkat menjadi sekitar Rp 30 juta di tahun depan.

“Ke depannya kami akan mengembangkan beberapa hal. Salah satunya peningkatan limit cicilan,” tutur Akshay.

Ia pun menjamin keamanan transaksi menggunakan Kredivo. Sebab, perusahaan fintech di bidang kredit dan lending ini telah teregulasi dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
COO Tokopedia, Melissa Siska Juminto, melalui keterangan tertulisnya, mengatakan kerja sama ini adalah salah satu cara membangun ekosistem keuangan digital yang lebih mudah dijangkau.

“Kerja sama ini memungkinkan kami terus memberdayakan para pengguna Tokopedia, menyediakan edukasi, dan akses ke layanan finansial yang lebih luas dengan bantuan teknologi,” ujar Melissa.