Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Selasa, 1 Desember 2015 keluarkan laporan akhir tentang pemicu kecelakaan yang menerpa pesawat AirAsia QZ8501 yang ke arah Singapura dari Surabaya. Hasil dari itu warga dapat tahu pemicu serta urutan dari kecelakaan pesawat itu.
SIMAK JUGA Telah Disebut Jangan Beristri Dua, Pendeta Ini Masih Ngotot Ada Photo Intim Seperti Pasha Ungu-Angel Karamoy, Netizen Ribut
Salah satunya sisi sebagai perhatian ialah pembicaraan paling akhir di antara pilot serta co-pilot pesawat nahas yang jatuh pada 28 Desember 2014. Berikut isi pembicaraan paling akhir mereka yang sukses disibak oleh team dari KNKT serta diupload di situs KNKT, Kementerian Perhubungan.
Jam 22.57:39 (waktu UTC, atau 05,57: 39 WIB): Pramugari menginformasikan pesawat masuk cuaca jelek.
23.04:59 (06,04:59 WIB) pilot minta untuk sedikit membelokkan arah pesawat sekitar 15 mil.
23.11:44 (06,11:44 WIB)Pesawat sudah diidentifikasi oleh radar yang berada di Jakarta, serta pilot disuruh untuk memberikan laporan kondisi cuaca jelek di sekelilingnya.
23.11:49 (06,11:49 WIB) pilot minta izin untuk meningkatkan pesawat ke tempat yang tambah tinggi pada menara kontrol di Jakarta.
23.11:55 (06,11:55 WIB) menara kontrol bertanya pada pilot tentang berapakah ketinggian yang ditujukan.
23.12:01 (06,12:01 WIB) pilot menjawab jika dia minta izin untuk naik ke ketinggian 38.000 kaki.
23.12:05 (06,12:05 WIB)menara kontrol memerintah pada pilot untuk siap-siap naik ke ketinggian yang disebut.
23.13:40 (06,13:40 WIB) terdengar suara dentingan tunggal (panggilan penumpang) suara itu kembali berulang-ulang pada jam 23.15:35, serta pada jam yang sama menara kontrol memberi kejelasan untuk pesawat naik ke ketinggian 340.
Suara berdenting kembali terdengar, semasing di jam 23.16:28, 23.16:30 serta 23.16:44.
23.16:46 (06,16:46 WIB) terdengar suara yang mirip dimatikannya model autopilot.
23.16:53: (06,16:53 WIB)Pilot menjelaskan, oh my God
23.16:55 (06,16:55 WIB) terdengar suara “Stall Warning” yang disebut sinyal jika daya angkat pesawat telah alami penurunan sepanjang 1 detik.
23.17:03 Pilot meminta kopilot mendatarkan pesawat “Level, level, level,” kata sang pilot pada co-pilotnya sekitar 4 kali. Situasi mulai mencekam waktu itu
23.17:15 (06,17:15 WIB) “Pull down.. Pull down,” tutur sang pilot pada co-pilotnya untuk turunkan ketinggian pesawat. Keinginan diulang sekitar 4 kali.
23.17:17 (06,17:17 WIB)kembali terdengar suara alarm tempat kehilangan daya angkat (stall warning) sepanjang 4 detik .
23.17:23 (06,17:23 WIB) suara “Stall warning” itu terus terdengar sampai akhir rekaman.
23.17:29 (06,17:29 WIB) kopilot menjelaskan dalam bahasa Prancis, apa yang berlangsung.
23.17:33 (06,17:33 WIB) co-pilot mengatakan TOGA atau Take Off/Go Around.
23.17:41 (06,17:41 WIB) pilot menjelaskan, my God.
23.17:51 (06,17:51 WIB) Pilot mengatakan, “Slowly.. Slowly,” sekitar 5 kali
23.19:58 (06,19:58 WIB) Pilot minta pada co-pilot untuk pilih penampilan manajemen computer dan pilih CAPT 3.
23.20:36 (06,20:36 WIB)rekaman berhenti.
Ketua Sub Komite Kecelakaan Udara KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan, dalam catatan black box tidak kelihatan terdapatnya tanda-tanda dampak cuaca jadi pemicu keruntuhan pesawat. Dia mengatakan, sebelum ditemukannya pemicu kehancuran pada pesawat type Airbus A320 itu, ada 4x aktivasi sinyal peringatan atau master caution.
DIKO OKTARA
BERITA MENARIK Photo Intim Pasha Ungu-Angel, Asli atau Palsu? Ini Faktanya Papah Meminta Saham, Muladi: MKD Semua Orang Setya Novanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar